APA ITU ILMU ?

Juni 12, 2008 nettypebriamasni

Menurut S. Hornby mengartikan ilmu sebagai “ Science is organized knowledge obtained by observation and testing of fact ( ilmu adalah susunan atau kumpulan pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian dan percobaan dari fakta – fakta )”.

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (Depdikbud 1988) memiliki dua pengertian, yaitu :

1. Ilmu diartikan sebagai suatu pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerapkan gejala-gejala tertentu dibidang (pengetahuan) tersebut, seperti ilmu hukum, ilmu pendidikan, ilmu ekonomi dan sebagainya.

2. Ilmu diartikan sebagai pengetahuan atau kepandaian, tentang soal duniawi, akhirat, lahir, bathin, dan sebagainya, seperti ilmu akhirat, ilmu akhlak, ilmu bathin, ilmu sihir, dan sebagainya.

Dari beberapa pengertian diatas dapat di simpulkan bahwa Ilmu merupakan kumpulan pengetahuan yang disusun secara sistematis, dengan menggunakan metode-metode tertentu.

A. KARAKTERISTIK ILMU

Menurut Randall dan Buchker (1942) mengemukakan beberapa ciri umum ilmu diantaranya :

a. Hasil ilmu bersifat akumulatif dan merupakan milik bersama. Artinya, hasil ilmu yang lalu dapat dipergunakan untuk penyelidikan dan penemuan hal-hal baru, dan tidak menjadi, monopoli bagi yang menemukannya. Setiap orang dapat menggunakan atau memanfaatkan hasil penemuan orang lain.

b. Hasil ilmu kebenarannya tidak mutlak dan bisa terjadi kekeliruan karena yang menyelidiki adalah manusia. Tetapi perlu disadari bahwa kesalahan-kesalahan bukan karena metode melainkan terletak pada manusia yang menggunakan metode tersebut.

c. Ilmu bersifat obyektif, artinya prosedur kerja atau cara penggunaan metode ilmu tidak tergantung kepada yang menggunakan, tidak tergantung pada pemahaman secara pribadi.

Menurut Ernest van den Haag (Harsojo, 1977), mengemukakan ciri-ciri ilmu, yaitu :

1. Bersifat rasional, karena hasil dari proses berpikir dengan menggunakan akal (rasio).

2. Bersifat empiris, karena ilmu diperoleh dari dan sekitar pengalaman oleh panca indera.

3. Bersifat umum, hasil ilmu dapat dipergunakan oleh manusia tanpa terkecuali.

4. Bersifat akumulatif, hasil ilmu dapat dipergunakan untuk dijadikan objek penelitian selanjutnya.

B. PERBEDAAN DAN PERSAMAAN ILMU DENGAN FILSAFAT

a. Perbedaan

Terdapat perbedaan yang hakiki antara ilmu dan filsafat diantaranya :

1. Ilmu bersifat analisis dan hanya menggarap salah satu pengetahuan sebagai objek formalnya. filsafat bersifat pengetahuan sinopsis artinya melihat segala sesuatu dengan menekankan secara keseluruhan, karena keseluruhan memiliki sifat tersendiri yang tidak ada pada bagian – bagiannya.

2. Ilmu bersifat deskritif tentang objeknya agar dapat menemukan fakta-fakta, netral dalam arti tidak memihak pada etnik tertentu. Filsafat tidak hanya menggambarkan sesuatu, melainkan membantu manusia untuk mengambil putusan – putusan tentang tujuan, nilai –nilai, dari tentang apa-apa yang harus diperbuat manusia. Filfat tidak netral, karena faktor-faktor subjektif memegang peranan yang penting dalam berfilsafat.

3. Ilmu mengawali kerjanya dengan bertolak dari suatu asumsi yang tidak perlu diuji, sudah diakui dan diyakini kebenarannya. Filsafat bisa merenungkan kembali asumsi –asumsi yang telah ada untuk dikaji ulang tentang kebenaran asumsi. Jadi, filsafat dapat melakukan setiap asumsi yang ada dimana oleh ilmu telah diyakini kebenarannya.

4. Ilmu menggunakan eksperimentasi terkontrol sebagai metode yang khas. Verifikasi terhadap teori dilakukan dengan jalan menguji dalam praktik berdasarkan metode –metode ilmu yang empiris. Selain menghasilkan suatu konsep atau teori, filsafat juga menggunakan hasil – hasil ilmu, dilakukan dengan menggunakan akal pikiran yang didasarkan pada semua pengalaman insani,sehingga dengan demikian filsafat dapat menelaah yang tidak dicarikan penyelesaianya oleh ilmu.

Selanjutnya Sikun Pribadi (1972:9) mengemukakan perbedaan antara fisafat dengan ilmu, yaitu:

Jelaslah, bahwa perbedaan antara ilmu dan filsafat bertolak dari dunia fakta (bersifat ontis) sedangkan filsafat bertolak dari dunia nilai, artinya selalu menghubungkan masalah dengan makna keseluruhan hidup (bersifat deontis), walaupun kedua bidang aktifitas manusia itu sifatnya kognitif.

b. Persamaan

1. Filsafat dan ilmu, keduanya menggunakan metode berpikir reflektif

(refflectife thinking) dalam menghadapi fakta-fakta dunia dan hidup.

2. Filsafat dan ilmu, keduanya tertarik terhadap pengetahuan yang

terorganisasi dan tersusun secara sistematis.

3. Ilmu membantu filsafat dalam mengembangkan sejumlah bahan-bahan

deskriktif dan faktual serta esensial bagi pemikiran filsafat.

4. Ilmu mengoreksi filsafat dengan jalan menghilangkan sejumlah ide-ide

yang bertentangan dengan pengetahuan ilmiah.

5. Filsafat merangkum pengetahuan yang terpotong-potong, yang menjadikan

beraneka macam ilmu dan yang berbeda serta menyusun bahan-bahan

tersebut kedalam suatu pandangan tentang hidup dan dunia dan menyeluruh

dan terpadu.

C. HUBUNGAN ILMU DENGAN FILSAFAT


Di atas telah disebutkan dasar manusia mencari dan menggali ilmu pengetahuan yang bersumber kepada tiga pertanyaan. Ciri ilmu pengetahuan yang telah disebutkan pada dasarnya akan memberikan jawaban atas ketiga pertanyaan yang telah diajukan di atas. Sementara filsafat ,memepelajari masalah ini sedalam-dalamnya dan hasil pengkajianya merupakan dasar bagi eksistensi ilmu.
Untuk mengingatkan ketiga pertanyaan itu adalah:


• Apa yang ingin kita ketahui?

• Bagaimana cara kita memeperoleh pengetahuan?; dan

• Apakah nilai (manfaat) pengetahua tersebut bagi kita?

Pertanyaan pertama di atas merupakan dasar pembahasan dalam filsafat dan biasa disebut dengan ONTOLOGI, pertanyaan kedua juga merupakan dasar lain dari filsafat, disebut dengan EPISTEMOLOGI dan terakhir merupakan landasan lain dari filsafat yang disebut dengan AXIOLOGI.
Ketiga hal di atas merupakan landasan bagi filsafat dalam membedah setiap jawaban dan seterusnya membawa kepada hakekat buah pemikiran tersebut. Hal ini juga berlaku untuk ilmu pengetahuan, kita mempelajari ilmu ditinjau dari titik tolak yang sama untuk mendapatkan gambaran yang sedalam-dalamnya.

E. ASPEK PENINJAUAN ILMU


1. ONTOLOGIS (MASALAH APA)
Apakah yang ingin kita ketahui? Atau apakah yang menjadi bidang telaah suatu ilmu?

Ada 2 Macam Obyek Ilmu:

· Obyek Material, seluruh lapangan atau bahan yang dijadikan obyek penyelidikan suatu ilmu

· Obyek Formal, obyek materia yang disoroti oleh suatu ilmu, sehingga membedakan ilmu yang satu dengan yang lainya.

Pembagian lain adalah:

  1. Ilmu Pengetahuan Alam

2. Ilmu Pengetahuan Manusia

Sebagai ilustrasi alam semesta merupakan objek material, dan objek formanya dapat berupa manusia, hewan, tumbuha dan material lain yang ada di alam semesta. Sehingga secara objek forma kita mempunyai beberapa disiplin ilmu pengetahuan dengan cabang-cabangnya. Missal dalam ilmu eksakta terdapat ilmu tetang materi: biologi, fisika, kimia, geologi dll. Demikian juga dalam disiplin ilmo social ada beberpa bidang keilmuan seperti sejarah, ekonomi, dll.

Ilmu pengetahuan sendiri sangat bersandar akan fakta empiris. Fakta empiris, yaitu: fakta yang dapat dialami langsung oleh manusia dengan mempergunakan pancainderanya, merupakan objek yang dipelajari oleh ilmu pengetahuan. Di luar hal yang diebutkan di atas adalah di luar jangkauan ilmu pengetahuan.

Mengenai objek empiris ini, dibangun dengan tiga asumsi:

1) Obyek-obyek tertentu mempunyai kesamaan/keserupaan satu sama lain, misal dalam hal bentuk, struktur, sifat dsb.

Dari hal inilah timbul Klasifikasi. Klasifikasi. merupakan pendekatan keilmuan pertama terhadap objek-objek yang ditelaahnya dan taxonomi merupakan cabang keilmuan yang pertama sekali berkembang.

Konsep ilmu lain yaitu Perbandingan (komparatif) dan kuantifikasi hanya dimungkinkan dengan adanya klasifikasi ini.

2) Suatu benda tidak mengalami perubahan dalam jangka waktu tertentu.
Hal ini sering disebut dengan kelestarian relatif.

Kelesatrian relatif dalam jangka waktu tetentu ini memungkinkan kita untuk melakukan pendekatan keilmuan terhadap obyek yang sedang diselidiki.

3) Asumsi terakhir, determinasi

Dengan anggapan tiap gejala materi bukan terjadi dengan secara kebetulan tetapi gejala mempunyai pola tertentu yang bersifat tetap dengan urutan-urutan kejadian yang sama. Determinasi dalam pengertian ilmu mempunyai konotasi yang bersifat peluang. Statisitika merupakan metode yang menyatakan hubungan peluang antara gejala-gejala dalam penelaahan keilmuan. Statistika mempunyai peranan yang menentukan dalam persyaratan-persyaratan keilmuan sesuai dengan asumsi ilmu tentang alam. Tanpa statistika hakekat lmu akan sangat berlainan.

2. EPISTEMOLOGIS (BAGAIAMANA)

Epistemologis, adalah teoi pengetahuan, membahas secara mendalam segenap proses yang terlihat dalam usaha kita memeperoleh pengetahuan. Dalam prespektif keilmuan metode ini sering dipadankan dengan metode keilmuan (metode ilmiah). Metode ilmiah ini dapat dikatatakan koreksi atas metode sebelumnya yang berkembang yaitu rasionalisme dan empirisme.

Mengenai empirisme telah disinggung sebelumnya. Sedangkan rasionalisme adalah adanya anggapan bahwa manusia tidak mempelajari apapun, ia hanya mengingat/teringat apa yang telah dia ketahui. Semua prinsip-prinsip dasar dan bersifat umum sebelumnya sudah ada dalam pikiran manusia. Pengalaman indera paling banyak hanya dapat merangsang ingatan dan membawa kesadaran terhadap pengetahuan yang selama ini sudah ada dalam pikiran manusia.


3. AKSIOLOGIS (UNTUK APA)

Untuk menjelaskan pertanyaan apa kegunaan ilmu itu bagi kita? Hal ini jelas akan menjadi pertanyaan yang akan terus-menerus diajukan. Apalagi dengan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kaitannya dengan kesejahteraan manusia.

Fungsi Ilmu Pengetahuan (menurut pandangan para pakar)

Prof. Herberty J. Muller:

Standar Ilmiah suatu kebenaran tentunya bukanlah satu-satunya standar, namun standar ini penting untuk mencapai kebenaran yang sesuai dengan pembacaan, kenyataan dan sejarah


Sir Richard Gregori:

Ilmu pengetahuan bukan untuk dimaksudkan untuk mendirikan atau merobohkan satu bagian tertentu dari kepercayaan atau iman, tetapi hanya untuk menguji dengan kritis apa saja yang datang kepadanya di dalam dunia wajar dan untuk mengakui dengan jujur.

Descartes:
Mempelajari ilmu pengetahuan supaya bagaimana membedakan antara benar dan palsu hingga sejelas-jelasnya


Kesimpulan: Ilmu pengetahuan dipersembahkan untuk kebutuhan hidup manusia di dalam berbagai bidangnya

D. JENIS – JENIS ILMU

Menurut Aristoteles ilmu diklarifikasikan berdasarkan tujuan dan objeknya. Berdasarkan tujuan ilmu dapat dibedakan menjadi 2 kelompok besar yaitu :

1. Ilmu – ilmu teoritis yang penyelidikannya bertujuan memperoleh pengetahuan tentang kenyataan.

Berdasarkan objek materialnya, ilmu teoritis yang mempunyai objek formal subtansi,dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu :

1) Ilmu – ilmu kealaman

Ilmu kealaman adalah subtansi yang dapat di indra dan dapat digerakkan, baik yang abadi maupun yang dapat dihancurkan. Oleh karena itu ilmu kealaman menyelidiki unsur alam dan gerak perubahan alam atau peristiwa alam baik yang terjadi karena perubahan inorganik maupun organik. Objek ilmu kealaman adalah ’alam’ dalam arti materi dan gerak, dan prinsip – prinsipnya dihasilkan melalui penyelidikan induktif dari pengalaman tentang benda – benda yang mengalami perubahan atau bergerak.

Menurut objek materialnya ilmu kealaman diklasifikasikan menjadi 6 macam cabang yaitu :

a. Fisika

b. Astronomi

c. Ilmu Kimia

d. Meteorologi

e. Biologi

f. Psikologi

2) Matematika

Matematika sebagi cabang ilmu teoritis mempunyai objek penyelidikan permukaan dan isi, garis – garis, titik –titik, angka – angka dari benda – benda dan gerak, yang penyelidikannya menghasilkan tatanan – tatanan yang diperoleh melalui abstraksi dalam pikiran.

Matematika tidak menyelidiki subtansi yang dapat diindra, baik yang abadi maupun fana, tetapi substansi yang tidak dapat digerakkan, yang oleh Aristoteles disebut bentuk, yang berupa abstrasi –abstraksi atau ringkasan dari materi dan gerak yang diperoleh melalui pemikiran dalam bentuk penalaran.

3) Metafisika

Metafisika merupakan cabang ilmu teoritis yang dirancang oleh Aristoteles sebagai filsafat pertama atau teologi atau kebijaksanaan yang objek penyelidikannya adalah subtansi yang tidak dapat diindra dan tidak dapat digerakkan, tapi dapat menggerakan.

Karena metafisika menyelidiki hakikat segala sesuatu dalam alam semesta, maka metafisika tidak hanya menyelidiki prinsip pertama pengetahuan serta sebab – sebab pertama perwujudan dan perubahan, tetapi mencakup pula penyelidikan tentang prinsip tatanan yang menentukan hubungan timbal balik dalam alam semesta diataranya penyelidikan tentang penggerak – penggerak tertinggi dan tidak digerakkan, bebas dari permutasian yang dia sendiri gerakan.

2. Ilmu – ilmu praktis atau produktif yang penyelidikannya bertujuan menjelaskan perbuatan yang berdasarkan pada pengetahuan.

Berdasarkan perbedaan dalam kekhususan objeknya cabang ilmu praktis atau produktif dibagi menjadi 2 yaitu :

1) Politika

Politika sebagai cabang ilmu praktis menyelidiki konstitusi atau bentuk asosiasi manusia yang terbaik bagi mereka. Dapat pula dikatan menyelidiki kebajikan moral tertinggi dalam bernegara.

2) Etika

Etika adalah cabang ilmu praktis yang menyelidiki kebajikan moral bagi manusia sebagai individu, oleh karena kebajikan moral yang tertinggi adalah kebahagiaan.

DAFTAR PUSTAKA

1. Mudhyahardjo.R 2006. Filsafat Ilmu Pendidikan (Suatu Pengantar) PT. Remaja Rosdakarya. Bandung

2. Sadulloh.U 2003. Pengantar Filsafat Pendidikan. CV.. Bandung

3. Sumarna.C, 2004. Filsafat Ilmu (Dari Hakiki Menuju Nilai). Pustaka Bani Quraisy. Bandung

4. http://id.wilkpedia.org/wiki/pembicaraan:Sains Alfabeta

5. http://www.uniga.ac.id/cetak.php?id=32


Entry Filed under: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Juni 2008
S S R K J S M
     
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
 
%d blogger menyukai ini: